Showing posts with label pemikiran. Show all posts
Showing posts with label pemikiran. Show all posts

Wednesday, October 01, 2014

Mistis dalam keseharian


Entah ini gambar dukun atau gambar bapak-bapak baru saja ribut ma bininya jadi aja masak sendiri
Sumber Gambar : http://id.wikipedia.org/wiki/Dukun

Kalau kita bicara sedekah menolak bala, terlepas dari benar atau tidaknya, apakah kita bersedekah tujuannya untuk terhindar dari bala? Tidakkah kita menyadari betapa pentingnya bersedekah untuk berbagi terhadap sesama. Bersedekah apapun itu namanya, apapun itu bentuknya itu sangat penting. Jika kita berpikir bersedekah untuk menolak bala atau untuk mendapatkan jodoh atau untuk mendapatkan anak atau untuk apapun hajat hidup kita, bukankah itu sama saja dengan mistis, tahayul, kita tidak peduli proses hanya menginginkan hasil. Kita tidak peduli mengapa sedekah itu penting.

Atau jika kita terkena musibah, bencana, sakit, seringkali kita mempertanyakan apakah kita belum bayar zakat, sedekah atau ibadah yang kurang? Masyarakat kita terlalu sering mempercayai hal mistis, dogma, atau doktrin yg diturunkan turun-temurun tanpa mempertanyakan kembali kebenarannya, hakikatnya, sejarahnya, kenapa itu terjadi, kenapa kita melakukannya. 

Maraknya praktik perdukunan, primbon, hari baik, jampi-jampi, susuk, pembawa keberuntungan, atau bahkan zodiac, merupakan simbol banyaknya orang yang hanya ingin hasil, tidak peduli proses. Kita jadi malas berusaha. Ingin cara cepat. Instan. Cepat kaya, cepat dapat jodoh, cepat sukses, cepat laku, cepat kawin, cepat dapet anak, cepat lulus, cepat ejakulasi?

Entah apapun sebutannya, nganan, cara kanan, otak kanan, doa, sedekah, zakat, dibungkus dengan dalil, quran atau hal apapun, sebaik apapun, selama kita tidak memahami hakikatnya, hilang pemahamannya, hanya menjalankan seperti kerbau yang dicucuk hidungnya, itu sama saja dengan praktik perdukunan, mistis. Dan kita sangat suka sama hal-hal yang seperti itu.


Saya bukan menggugat doa, sedekah, zakat, tapi mencoba untuk melihat kembali, memahami hakikatnya. Jangan sampai termakan oleh bualan ustad, pemuka, tokoh, enterpreneur or “whatever you called it” yang hanya mencari  ketenaran sesaat semata. Dan pada akhirnya kita jatuh kedalam praktik mistis dalam keseharian tanpa kita sadari.

Apapun yang kita lakukan, sebaiknya harus dilandasi oleh pemahaman. Jika tidak, maka itu sama saja dengan mistis.

Tuesday, March 26, 2013

Lets create something!

Manusia itu katanya adalah hembusan ruh sang pencipta, sejatinya semangat utk mencipta terukir di setiap diri manusia.
-me-

Life is about the people you meet, and the things you create with them. So go out and start creating.
-holstee-

Tuesday, January 15, 2013

Pilihan transportasi ke kantor

Menjaga konsistensi itu susah. Harusnya nulis tiap hari malah ga ketulis-tulis. Padahal banyak kejadian menarik yang mau gw tulis, seperti diusir kondektur bianglala. Emang angkutan umum di Jakarta ini kampret-kampret. Dikiranya penumpang-penumpang ini barang yang bisa disuruh geser2 seenak jidat, dioper-oper, digencet-gencet, padahal ini bapak, ibu, kakak yang sedang pulang dari mencari nafkah dimana anak atau adeknya sedang menunggu makan malam dirumah.

Jadi penasaran kira-kira kenapa ya orang-orang ko masih mau naik bianglala ya? Padahal pilihan transportasi lain masih banyak, metromini, busway, sepeda atau taxy.

Sudah lebih dari seminggu gak sepedaan, setiap pagi ujan terus. Besok ujan ga ujan harus naik sepeda! Semangat!

Tuesday, January 08, 2013

Tuesday Gratitude

Mencoba masuk kantor disaat badan masih terasa sakit itu sia-sia. Sampai dikantor pun tidak ada progres yang berarti. Walau panas sudah turun, badan sudah baikan tidak linu-linu seperti tadi malam, namun kepala masih cekot-cekot dan lidah masih terasa pahit. Namun over all semua terasa lebih baik dari hari kemaren.

Mencoba konsisten untuk tetap menulis setiap hari selama 30 hari, memaksakan kepala cekat-cekot ini bekerja dibawah pengaruh mental yang kurang stabil ini. Tanpa bahan tanpa inspirasi mencoba mengingat-ngingat apa saja hal luar biasa yang terjadi hari ini.

Pertama saya sadari untuk sekian kalinya saya naik bis, hari ini adalah pertama kalinya saya naik bis, baik saat berangkat maupun saat pulang, keduanya dapat tempat duduk.

Hilangnya nafsu makan karena flu berat, bisa menghemat uang makan.

Masih bisa main CS di kantor entah bisa sampai kapan.

Next outing mungkin di cirebon antara bulan maret atau april tahun ini.

Ifa tiba-tiba tertidur dengan kepalanya dipangkuan gw, so cute.

Ternyata banyak juga. Thanks God!

Monday, January 07, 2013

Kompleksitas Hidup

Hal terbaik yang terjadi pada saat sakit adalah menyadari betapa tingginya harga sebuah kesehatan. Mata cetot-cetot seperti mau keluar, otot dan sendi linu-linu, rusuk seakan ditindih oleh beban yang sangat berat, tenggorokan yang susah menelan, kepala cenat-cenut setiap bergerak dan badan yang demam tinggi melemahkan seketika tubuh yang ingin produktif.

Ada yang bilang kalo disease (penyakit) merupakan akronim dari the body is not in ease. 75% penyakit kita berasal dari pikiran. Diawal tahun ini mungkin memang banyak yang saya pikirkan. Mulai mobil yang rusak, rumah yang rusak, kerjaan yang terlihat seperti impossible untuk diselesaikan dan thesis yang harus dikerjakan dengan pembimbing yang benar-benar payah, dan masih banyak lagi. Akumulasi semuanya mungkin membuat saya tertekan dan menifestasinya berupa penyakit.

Hidup yang terlalu cepat, menuntut kita semakin complex sehingga terkadang menyulitkan diri kita sendiri. Andai saya tidak memiliki mobil, andai saya tidak kuliah, andai saya mengambil rumah yang kecil-kecil saja. Semua keputusan yang saya ambil, seiring dengan waktu membuat saya terjerumus semakin dalam ke dalam lembah kompleksitas kehidupan.

Hasilnya kita jadi lupa, kita jadi tidak merasa, hari-hari terlewat begitu saja seakan sudah seharusnya. Kita jadi tidak bersyukur, kita tidak menapaki kehidupan itu sendiri. Padahal hidup itu indah, hidup itu wonderful.

Oleh karenanya mulai hari ini hingga 30 hari kedepan, saya akan mencoba menulis betapa indahnya hidup ini setiap hari. Semoga hal ini menjadi pengingat saya, dan membuat saya selalu tetap bersyukur setiap harinya.

Saturday, November 17, 2012

Negara Tukang Palak




Tidak heran betapa bar-barnya prilaku orang-orang Indonesia, kalo elite-elite diatasnya saling tikam dan saling menjatuhkan antar lembaga. Badan yang telah dibangun bertahun-tahun, bersama-sama, dengan penuh usaha, dapat dijatuhkan begitu saja dalam semalam, hanya karena tuntutan segelintir orang yang bahkan tidak mengerti bagaimana bisnis ini dijalankan.

Ada permainan saling menghasut, dan memfitnah didalamnya, pembubaran semena-mena, suatu langkah buta, tanpa ada solusi yang jelas kedepannya.Terlepas dari ini benar atau tidak saya lebih mempertanyakan langkah selanjutnya terus bagaimana? Apa kedepannya? Tampak sekali tidak ada persiapan yang matang yang ada hanya penghukuman. Entah apa semua motif dibelakang ini.

Kalian menghasut rakyat menimbulkan kebencian, dan yes kalian berhasil, sekarang bermunculan pengamat perminyakan yang bahkan tidak mengerti apa bedanya BPMigas, BPHMigas dan Ditjen Migas. Orang-orang yang saya pikir dulu hebat ternyata cuma flamer yang ga tahu apa yang dia omongin. Jadi tampak terlihat jelas betapa shallownya mereka. Setidaknya itu salah satu hal positif yang saya rasakan. Semuanya jadi terlihat jelas sekarang.

Kalo memang badan itu bersalah, badan itu dibawah pemerintahan SBY, bukankah harusnya dialah yang paling bertanggung jawab pada strategi-strategi yang diambil dari lembaga-lembaga dibawah kekuasaanya? kenapa bukan dia yang kalian pertanyakan?

Tidak bisakah kita akur dan saling bekerjasama daripada saling menikam dan saling menjatuhkan? Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif. Pertamina, PSC Asing dan BPMigas. Nah saya bingung ormas-ormas ini mewakili siapa?

Selanjutnya apa? Dibikin badan baru? Apa bedanya? Apa besok-besok badan tersebut tidak akan dibubarkan lagi? Saya cuma rakyat yang kebingungan berada ditengah-tengah permainan polotik. Hanya sebuah bidak tak bermakna.

Saya jadi ingat sekelompok preman lahan parkir yang ga kebagian jatah parkir karena dibangun parkiran baru oleh pengelola gedung, jadi dia proteslah mall tersebut dengan berbagai alasan.

Daripada membubarkan lembaganya (yang belum tentu juga yang menggantikan akan lebih baik), kenapa ga rubah aja sistemnya. Ambil bagian untuk negara dari Gross Revenue. Sehingga tidak ada lagi tuh pengawasan terhadap cost recovery. Sehingga lembaga yang baru nanti akan lebih fokus memikirkan strategi migas indonesia kedepannya. Tidak lagi diribetkan dengan bermacam form BS-BS itu. Kalo investor asing  ga berani invest, atau malah cabut dari sini, kan masih ada Pertamina, yang katanya sudah siap mentake over semua wilayah operasi tersebut. Pertamina yang katanya ga kebagian blok di negeri sendiri dan sudah dapat puluhan blok di luar negeri. Sudah jagolah yah, kan sudah go international.

Tapi sayangnya saya belum melihat kegiatan eksplorasinya di blok-blok baru (mungkin saya yang kuper). Yang saya lihat kalo ga membangunkan kembali lapangan-lapangan lama ya akusisi lapangan yang udah ada. Yang produksinya langsung drop setelah diakusisi. Pasti mau bilang “kan dapat sisaan, wajarlah kalo langsung depleted”. Yah ga secepat itu juga kali. Ingat kawan, tanpa eksplorasi reserve kita PASTI akan habis.

Ah sudahlah, apalah kami ini hanya rakyat kecil, bidak percaturan politik negara. Apapun yang kalian lakukan kami akan selalu jadi korban.

Saturday, November 03, 2012

Silent Colonialism


Entah dari mana, sudah agak lama juga melihat tulisan berikut ini diposting dari salah seorang teman di jejaring sosial facebook :

BANGUN tidur anda minum apa? AQUA ? (74% sahamnya milik Danone prsh Perancis) atau TEH SARIWANGI (100% saham milik Unilever Inggris). MINUM SUSU merk SGM (milik Sari Husada yg 82% sahamnya dikuasai Numico Belanda).

LALU MANDI menggunakan sabun LUX dan sikat gigi dengan pasta gigi PEPSODENT (Unilever, Inggris). MAKAN PAGI dengan beras impor dari Thailand, GULA nya jg impor.

SANTAI SEJENAK, usai makan rokoknya Sampoerna (97% saham milik Philip Morris Amerika).......

KELUAR RUMAH naik motor/mobil buatan Jepang, Cina, India, Eropa tinggal pilih. SETIBANYA DI KANTOR: nyalain AC buatan Jepang, Korea, Cina. GUNAKAN komputer dan HAND PHONE ( dengan operator Indosat, XL, Telkomsel semuanya MILIK ASING: Qatar, SingapurA, Malaysia).

KALAU BELANJA di CARREFOUR (punya Perancis) kalau begitu KE ALFA (75% sahamnya Carefoure). BAGAIMANA DENGAN GIANT...? Ini punya Dairy Farm Internasional, Malaysia pemilik yg sm dg Hero.

BANGUN RUMAH pakai SEMEN, Tiga Roda Indocement skrg milik Heidelberg Jerman (61,70%). Semen Gresik milik Cemex Meksiko, Semen Cibinong punyanya Holcim (Swiss). Masih banyak lagi kalo mau diterusin. LALU BB andapun buatan Cina, beda tipis sm sy punya buatan Canada.

BANGUN RUMAH pakai SEMEN, Tiga Roda Indocement skrg milik Heidelberg Jerman (61,70%). Semen Gresik milik Cemex Meksiko, Semen Cibinong punyanya Holcim (Swiss). Masih banyak lagi kalo mau diterusin. LALU BB andapun buatan Cina, beda tipis sm sy punya buatan Canada.

MALAM-MALAM ISENG ke CIRCLE K dari Amerika. Ambil ATM di BCA, Danamon, BII, Bank Niaga ah semuanya SudAh MILIK ASING, walaupun namanya msh Indonesia.

dan tulisan selanjutnya

HANYA KORUPTOR YG ASLI INDONESIA

Namun bukan soal korupsi yang jadi perhatian saya, tulisan diatas mengingatkan saya betapa mengerikannya sistem demokrasi, sistem ini membuat seorang Individu (kapitalis) dapat menguasai apa saja selama dia memiliki modal (kapital). Dan orang yang memiliki kekuasaan akan tetap mempertahankan atau membesarkan kekuasaanya, sehingga orang-orang yang terlahir dengan tidak memiliki kekuasaan akan tidak punya kesempatan dan akan terlahir sebagai budak mereka.

Klo dulu penjajahan dilakukan oleh negara-negara kini penjajahan dilakukan oleh individu kepada individu lainnya. Seperti dalam film james bond terbaru, "sky fall", musuh kita semakin tidak jelas, siapa saja bisa menjajah siapa saja selama dia punya modal (kapital).

Dan mungkin tanpa saya sadari, saya sudah menjadi salah satu budak mereka.


Zakat dan Kepedulian


Munurut blog ini http://www.wahyu-winoto.com/2011/09/zakat-dalam-konteks-agama-dan.html, salah satu hikmah dari berzakat adalah mewujudukan solidaritas sosial, rasa kemanusian dan keadilan, ukhuwah islamiyah, persatuan ummat, dan pengikat batin antara yang kaya dengan yang miskin.

Dengan makin maraknya lembaga-lembaga zakat, memudahkan kita dalam berzakat. Mau zakat sekarang tinggal transfer. Namun saya menjadi bingung dimana letak kepeduliannya? Solidaritasnya? Rasa kemanusiaanya? Saya khawatir malah yang timbul ketidak-pedulian. Malah saya khawatir akan menumbuhkan pikiran-pikiran seperti ini, “Pokoknya saya sudah transfer, saya sudah berzakat, sudah membersihkan harta saya”, “Tidak peduli sama lembaga zakat mau dipake apa?”, malah kalau sudah parah bisa seperti ini “Zakat nih ribet amat transfer-transfet tiap bulan/tahun, saya bikin standing-instruction aja tiap bulan/tahun langsung diautodebet dari rekening saya”. Jadi hilang kepeduliannya, yang ada malahan keangkuhan.

Namun di sisi lain, sangat tidak dianjurkan untuk melakukan pembagian zakat sendirian. Seringkali malah mengakibatkan kerusuhan yang pernah dalam beberapa kasus bahkan hingga meregut korban jiwa.

Jadi bagaimanakah sebaiknya?

Bagaimana kalau motor dilarang?


diambil dari profil picture twitter @b2windonesia

Saya bukan benci dengan motor, saya hanya benci dengan prilaku pengendara motor yang suka seenaknya di jalanan. Pasti anda berpikir “Ah kan ga semua pengendara motor seperti itu...”. Dulu juga saya pengendara motor. Dulu juga saya berpikir seperti itu. Tapi coba kita berhenti sejenak, dan melihat lagi dengan jujur kedalam hati kita. Apakah benar masih seperti itu?

Saya merasa menjadi minoritas pada saat saya mematuhi aturan lalu lintas, mulai dari dikloaksonin, dimaki, ditabrak, disenggol dan masih banyak lagi. Kalau ditekan seperti itu terus-menerus lama-kelamaan seseorang akan berubah juga. Sebelum saya terpengaruh dan berubah, saya mengambil langkah drastis. Saya memilih untuk naik sepeda.

Sekedar info, ini diambil dari http://www.worldlifeexpectancy.com/country-health-profile/indonesia. Kematian akibat kecelakaan kendaraan bermotor mencapai 48,074 pertahunnya (data tahun 2010) yang artinya 134 orang meninggal perharinya akibat kecelakaan bermotor, dan menurut Prof. Dr. Danang Parikesit, Senior Researcher Transport Planning And Financing Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, di http://www.jddc-online.com/?p=51 70 persennya adalah akibat sepeda motor.

Menurut saya ini sudah parah. Harus ada suatu perubahan, harus ada tindakan yang tegas, harus ada suatu terobosan. Jika dibiarkan ini hanya akan memperparah. Aturan sudah ada hanya saja pelaksanaannya yang belum tegas.

Friday, September 28, 2012

Fail to look the real problem

Bicara soal tawuran pelajar, ga perlu jauh-jauh ngomongin politisi, petinggi dan aparat negara yang suka berantem di TV-TV, lihat saja dulu yang paling dekat bagaimana prilaku kita terhadap sesama sehari-hari di Jalan Raya, di tempat kerja, di parkiran, di mall-mall, di dunia pendidikan, bahkan di tempat ibadah pun kita sering kali menyerobot, menghajar, membantai, memakan, melibas, mengkadali sesama kita, dan merasa paling hebat. Mengobarkan kebencian kepada orang lain. Menindas minoritas. Mencuri-curi kesempatan.

Sikap selalu ingin mengalahkan, mendominasi, menindas orang lain sudah merasuki ke dalam setiap inchi dari kehidupan kita sehari-hari. Dan ini terus menerus dipertontonkan, di install, mau tidak mau ke dalam otak generasi muda dalam kesehariannya hingga tertanam di alam bawah sadar mereka.


Fuck soal kebersamaan sesama pengguna jalan, fuck soal menghargai antrian tol, fuck soal menghargai perbedaan pendapat, yang kuat dia menang, lo anak siapa, gw anak siapa, selama lo ga ganggu gw, gw ga akan ganggu lo.


Justru hal-hal seperti diatas kita malah familiar, dari yang muda-muda hingga ke yang tua-tua yang seharusnya  lebih bijaksana dan memberikan contoh.


Hukum? terdengar asing ditelinga gw.


Gw rindu kebersamaan, gw rindu kasih sayang, gw rindu kebenaran, gw rindu keadilan.

Wednesday, September 19, 2012

Lost Perspective


Kadang kita memiliki banyak keinginan. Gambaran-gambaran ideal, cita-cita, yang bukan didasari oleh sesuatu yg baik. Namun kita tidak pandai dalam hal tersebut. Hal tersebut justru menjauhkan kita dari diri kita yang sebenanrnya. Mengaburkan tentang siapa diri kita. 

Membuat kita lupa akan apa yang sedang terjadi sebenanrya. Hal ini hanya akan membawa ke arah yang lebih buruk. Membuat kita lupa akan kewajiban-kewajiban kita, pada diri kita, pada keluarga kita, pada pekerjaan kita. Menjauhkan kita dari realita.

Life is never ending story of identity serching. Semua berangkat dari WHY? Kenapa kita hidup? Untuk apa kita ada di dunia ini? Kenapa kita harus melakukan semua ini? What matter to your life?

It is kind of depressing if thingking like that too much. I dont know what I am talking about!

Sunday, September 16, 2012

Menghadapi Pilihan




Pernahkah anda dihadapkan pada suatu pilihan? Pernahkah anda berada pada keragu-raguan? Takut mengambil keputusan, takut salah, khawatir akan hasil yang tidak pasti. Pada akhirnya anda hanya menunda keputusan tersebut. Namun justru hal itu membuat anda semakin khawatir dan terus kepikiran. Pernahkah Anda berada dalam posisi tersebut?

Sadarkah anda bahwa sebenarnya setiap harinya kita dihadapkan pada ratusan pilihan-pilihan.

Mulai dari pilihan-pilihan yang kita anggap sepele, seperti :

“Bangun dari tempat tidur atau stay 5 menit lagi?”

“kopi atau teh?“

“ngantor pake kemeja atau batik atau poloshirt?”

“celana bahan atau jeans?”

“naik mobil atau sepeda?”

“belok kiri atau kanan?”

hingga pilihan-pilihan yang menurut kita signifikan sangat berarti bagi kehidupan kita, seperti :

“mau masuk SMP mana? SMA? Perguruan Tinggi?”

“ngekost atau asrama atau bareng-bareng ngontrak rumah?”

“Himpunan atau Cage?”

“kejar “dia” atau cari yang lain?”

“Mencintai atau dicintai?”

“Menikah?”

“Have a Baby or not?”

Sebenarnya setiap pilihan-pilihan tersebut baik kecil ataupun besar, memiliki dampak yang sama terhadap hidup kita, kesemuanya merupakan potongan-potongan puzzle kehidupan kita yang membentuk kehidupan kita hingga menjadi sekarang ini.

Life is a matter of choice. Kehidupan merupakan sekumpulan pilihan-pilihan yg kita buat setiap harinya, setiap detiknya. Kehidupan merupakan the series of choice. Siapa diri kita saat ini, tidak terlepas ratusan pilihan-pilihan yang kita buat setiap harinya di masa lampau.

It doesn't matter what the result is, as long as you choice something

Apapun yang kita pilih, dalam ketidakpastian, kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Benar atau salah, baik atau buruk, itu semua akan kita lihat setelah kita mengambil keputusan tersebut. Setelah kita menjalaninya. Apapun itu hasilnya, hidup akan terus berjalan even if you dont decide anything, life still goes on.

Ini akan menjadi masalah apabila kita tidak memilih sesuatu dan menjadi ragu. Sebenarnya tidak memilih juga merupakan suatu pilihan.

Menunda bukanlah suatu solusi, pada akhirnya kita juga tetap harus memutuskan.

It is okay if you want to postpone your decision till certain time.

It will become a problem when those things you postpone still haunt you and make you worry.

You will waste your live if you in the doubt and worry everything, gimana kalo gini, gimana kalo gitu, hidup jadi sengsara, misery, You are not live in the present, you are not live in anywhere but inside your head. Stop worry and take decision! or worst case, ask somebody to take decision for you.

Just take simple decision and the worry will be gone! You will be focus to the next things.

It doesnt matter if your decision turns out become bad decision, you can learn from it.

It is better to take decision and get wrong and learn from that mistakes than live in doubt and hesitation.

Think Less Feel more! Worry less enjoy more!

It will be easier for everybody.

If you can reduce the ammount of time to take decision, you can take much more decision. Lot decision means lot mistakes. Lot mistakes mean lot things to learn.

Quick decide everything, take a lot of decision, take a lot of mistakes, learn a lot from all of those. Pada akhirnya tanpa kita sadari kita sudah mengambil langkah besar dalam hidup kita.