Showing posts with label personal. Show all posts
Showing posts with label personal. Show all posts

Tuesday, May 21, 2013

Pahlawan Pangan

Di balik kelebat kabut pagi itu

Di tengah hamparan lautan hijau

Tampak seorang tua rapuh menembus kabut

Memanggul tabung di punggungnya

Bertahan sergapan dingin

Entah brapa lama akan kau habiskan

Menyemprotkannya ke lautan hijau luas tak brujung

Sementara sang pemilik lahan masih terlelap

Dan mentaripun tak ingin beranjak

Seakan waktu terhenti menunggumu

selesai

21 Mei 2013 dari atas Argo Jati 05.45 pagi CRB-GBR

Monday, May 20, 2013

HANTU

Kala mentari menumpahkan sinarnya
Hatiku riang penuh gembira
Namun saat gelap malam merayap masuk
Pikiranku tak bertuan

Hantu-hantu kehidupan,
Mulai menampakan wujudnya
Kecemasan-demi kecemasan,
Hinggap merasuk dan tak mau pergi

Bagi kebanyakan orang,
Tak kenal siap hadapi maut menjemput
Sementara sebagian lainya,
Berharap mati demi sebuah solusi
Mencapai kedamaian sejati

Tuesday, March 26, 2013

Lets create something!

Manusia itu katanya adalah hembusan ruh sang pencipta, sejatinya semangat utk mencipta terukir di setiap diri manusia.
-me-

Life is about the people you meet, and the things you create with them. So go out and start creating.
-holstee-

Tuesday, January 15, 2013

Pilihan transportasi ke kantor

Menjaga konsistensi itu susah. Harusnya nulis tiap hari malah ga ketulis-tulis. Padahal banyak kejadian menarik yang mau gw tulis, seperti diusir kondektur bianglala. Emang angkutan umum di Jakarta ini kampret-kampret. Dikiranya penumpang-penumpang ini barang yang bisa disuruh geser2 seenak jidat, dioper-oper, digencet-gencet, padahal ini bapak, ibu, kakak yang sedang pulang dari mencari nafkah dimana anak atau adeknya sedang menunggu makan malam dirumah.

Jadi penasaran kira-kira kenapa ya orang-orang ko masih mau naik bianglala ya? Padahal pilihan transportasi lain masih banyak, metromini, busway, sepeda atau taxy.

Sudah lebih dari seminggu gak sepedaan, setiap pagi ujan terus. Besok ujan ga ujan harus naik sepeda! Semangat!

Thursday, January 10, 2013

Ubak!

Menjaga konsistensi itu ternyata susah. Hal yang sederhana saja, untuk dapat menulis setiap hari, tidak bisa saya jaga. Baru hari ketiga sudah mangkir. Namun memang kemaren tak ada hal yang menarik selain hujan seharian yang ga berhenti-berhenti mulai dari malam sebelumnya hingga tadi malam. Sedikit berhenti walau tidak cerah, untuk beberapa saat tadi pagi hingga siang hari dan sore hari ini sudah kembali hujan. Kemaren badan juga masih kurang sehat, namun sekarang sudah baikkan, walau mulut masih terasa pahit dan badan masih linu-linu sedikit. Overall kemaren ga ngapain-ngapain, hanya istirahat pemulihan diri. Tidak berangkat kerja dan tidak ngerjain thesis juga.

Selama berdiam diri itu banyak pikiran aneh-aneh mulai masuk, mulai dari rasa cemas, deg-degan, ga tenang, ga bisa ngapa-ngapain, seperti orang yang ngutang ratusan juta dan ga bisa bayar terus dicari-cari sama debt collector. Utang itu bernama thesis! ya kuliah itu seperti ngutang, ujung-ujungnya lo harus bayar sesuatu, lo harus menghasilkan sesuatu. Thesis lo! Cuma bedanya kalo kuliah diawal lo bukannya dapet duit lo malah kehilangan duit. Shit! lebih parah dari ngutang ternyata. Ohhhh.... kenapa dolo gw mau aja diajakin S2.

Yah walah bagaimanapun semuanya sudah terlanjur, yang bisa dilakukan ya keep moving!

Sementara hari ini banyak kejadian yang menarik salah satunya tadi pada saat sampai dirumah dari pulang kantor tiba-tiba disambut sama Ifa sambil cerita dengan serius "Pa tadi ada Ubak!", Gw cuma nyengir sambil mikir "Ubak?!...." Eh dia malah mengulang dengan mimik yang lebih serius "Pa tadi ada Ubak!" sambil jatuhin tangan dari atas kepala ke bawah kearah depan dia.

Gw jadi inget tadi pagi bini gw cerita, plafon kamar mandi depan roboh. Dan ini yang disaksikan dia (Ifa) sebelum berangkat sekolah tadi pagi.

Tuesday, January 08, 2013

Tuesday Gratitude

Mencoba masuk kantor disaat badan masih terasa sakit itu sia-sia. Sampai dikantor pun tidak ada progres yang berarti. Walau panas sudah turun, badan sudah baikan tidak linu-linu seperti tadi malam, namun kepala masih cekot-cekot dan lidah masih terasa pahit. Namun over all semua terasa lebih baik dari hari kemaren.

Mencoba konsisten untuk tetap menulis setiap hari selama 30 hari, memaksakan kepala cekat-cekot ini bekerja dibawah pengaruh mental yang kurang stabil ini. Tanpa bahan tanpa inspirasi mencoba mengingat-ngingat apa saja hal luar biasa yang terjadi hari ini.

Pertama saya sadari untuk sekian kalinya saya naik bis, hari ini adalah pertama kalinya saya naik bis, baik saat berangkat maupun saat pulang, keduanya dapat tempat duduk.

Hilangnya nafsu makan karena flu berat, bisa menghemat uang makan.

Masih bisa main CS di kantor entah bisa sampai kapan.

Next outing mungkin di cirebon antara bulan maret atau april tahun ini.

Ifa tiba-tiba tertidur dengan kepalanya dipangkuan gw, so cute.

Ternyata banyak juga. Thanks God!

Monday, January 07, 2013

Kompleksitas Hidup

Hal terbaik yang terjadi pada saat sakit adalah menyadari betapa tingginya harga sebuah kesehatan. Mata cetot-cetot seperti mau keluar, otot dan sendi linu-linu, rusuk seakan ditindih oleh beban yang sangat berat, tenggorokan yang susah menelan, kepala cenat-cenut setiap bergerak dan badan yang demam tinggi melemahkan seketika tubuh yang ingin produktif.

Ada yang bilang kalo disease (penyakit) merupakan akronim dari the body is not in ease. 75% penyakit kita berasal dari pikiran. Diawal tahun ini mungkin memang banyak yang saya pikirkan. Mulai mobil yang rusak, rumah yang rusak, kerjaan yang terlihat seperti impossible untuk diselesaikan dan thesis yang harus dikerjakan dengan pembimbing yang benar-benar payah, dan masih banyak lagi. Akumulasi semuanya mungkin membuat saya tertekan dan menifestasinya berupa penyakit.

Hidup yang terlalu cepat, menuntut kita semakin complex sehingga terkadang menyulitkan diri kita sendiri. Andai saya tidak memiliki mobil, andai saya tidak kuliah, andai saya mengambil rumah yang kecil-kecil saja. Semua keputusan yang saya ambil, seiring dengan waktu membuat saya terjerumus semakin dalam ke dalam lembah kompleksitas kehidupan.

Hasilnya kita jadi lupa, kita jadi tidak merasa, hari-hari terlewat begitu saja seakan sudah seharusnya. Kita jadi tidak bersyukur, kita tidak menapaki kehidupan itu sendiri. Padahal hidup itu indah, hidup itu wonderful.

Oleh karenanya mulai hari ini hingga 30 hari kedepan, saya akan mencoba menulis betapa indahnya hidup ini setiap hari. Semoga hal ini menjadi pengingat saya, dan membuat saya selalu tetap bersyukur setiap harinya.

Saturday, November 17, 2012

Negara Tukang Palak




Tidak heran betapa bar-barnya prilaku orang-orang Indonesia, kalo elite-elite diatasnya saling tikam dan saling menjatuhkan antar lembaga. Badan yang telah dibangun bertahun-tahun, bersama-sama, dengan penuh usaha, dapat dijatuhkan begitu saja dalam semalam, hanya karena tuntutan segelintir orang yang bahkan tidak mengerti bagaimana bisnis ini dijalankan.

Ada permainan saling menghasut, dan memfitnah didalamnya, pembubaran semena-mena, suatu langkah buta, tanpa ada solusi yang jelas kedepannya.Terlepas dari ini benar atau tidak saya lebih mempertanyakan langkah selanjutnya terus bagaimana? Apa kedepannya? Tampak sekali tidak ada persiapan yang matang yang ada hanya penghukuman. Entah apa semua motif dibelakang ini.

Kalian menghasut rakyat menimbulkan kebencian, dan yes kalian berhasil, sekarang bermunculan pengamat perminyakan yang bahkan tidak mengerti apa bedanya BPMigas, BPHMigas dan Ditjen Migas. Orang-orang yang saya pikir dulu hebat ternyata cuma flamer yang ga tahu apa yang dia omongin. Jadi tampak terlihat jelas betapa shallownya mereka. Setidaknya itu salah satu hal positif yang saya rasakan. Semuanya jadi terlihat jelas sekarang.

Kalo memang badan itu bersalah, badan itu dibawah pemerintahan SBY, bukankah harusnya dialah yang paling bertanggung jawab pada strategi-strategi yang diambil dari lembaga-lembaga dibawah kekuasaanya? kenapa bukan dia yang kalian pertanyakan?

Tidak bisakah kita akur dan saling bekerjasama daripada saling menikam dan saling menjatuhkan? Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif. Pertamina, PSC Asing dan BPMigas. Nah saya bingung ormas-ormas ini mewakili siapa?

Selanjutnya apa? Dibikin badan baru? Apa bedanya? Apa besok-besok badan tersebut tidak akan dibubarkan lagi? Saya cuma rakyat yang kebingungan berada ditengah-tengah permainan polotik. Hanya sebuah bidak tak bermakna.

Saya jadi ingat sekelompok preman lahan parkir yang ga kebagian jatah parkir karena dibangun parkiran baru oleh pengelola gedung, jadi dia proteslah mall tersebut dengan berbagai alasan.

Daripada membubarkan lembaganya (yang belum tentu juga yang menggantikan akan lebih baik), kenapa ga rubah aja sistemnya. Ambil bagian untuk negara dari Gross Revenue. Sehingga tidak ada lagi tuh pengawasan terhadap cost recovery. Sehingga lembaga yang baru nanti akan lebih fokus memikirkan strategi migas indonesia kedepannya. Tidak lagi diribetkan dengan bermacam form BS-BS itu. Kalo investor asing  ga berani invest, atau malah cabut dari sini, kan masih ada Pertamina, yang katanya sudah siap mentake over semua wilayah operasi tersebut. Pertamina yang katanya ga kebagian blok di negeri sendiri dan sudah dapat puluhan blok di luar negeri. Sudah jagolah yah, kan sudah go international.

Tapi sayangnya saya belum melihat kegiatan eksplorasinya di blok-blok baru (mungkin saya yang kuper). Yang saya lihat kalo ga membangunkan kembali lapangan-lapangan lama ya akusisi lapangan yang udah ada. Yang produksinya langsung drop setelah diakusisi. Pasti mau bilang “kan dapat sisaan, wajarlah kalo langsung depleted”. Yah ga secepat itu juga kali. Ingat kawan, tanpa eksplorasi reserve kita PASTI akan habis.

Ah sudahlah, apalah kami ini hanya rakyat kecil, bidak percaturan politik negara. Apapun yang kalian lakukan kami akan selalu jadi korban.

Sunday, November 04, 2012

Kangen Pantai


Hanya ada aku, angin sepoi dan ombak, terbenam masuk ke dalam hummock,
Terpejam melintasi detik demi detiknya berlalu sangat lambat, lambat sekali,
Seakan jarum detik ini terhenti untuk sesaat,
Dan kembali hanya ada aku, angin sepoi dan deburan kecil ombak-ombak.

Saturday, November 03, 2012

Silent Colonialism


Entah dari mana, sudah agak lama juga melihat tulisan berikut ini diposting dari salah seorang teman di jejaring sosial facebook :

BANGUN tidur anda minum apa? AQUA ? (74% sahamnya milik Danone prsh Perancis) atau TEH SARIWANGI (100% saham milik Unilever Inggris). MINUM SUSU merk SGM (milik Sari Husada yg 82% sahamnya dikuasai Numico Belanda).

LALU MANDI menggunakan sabun LUX dan sikat gigi dengan pasta gigi PEPSODENT (Unilever, Inggris). MAKAN PAGI dengan beras impor dari Thailand, GULA nya jg impor.

SANTAI SEJENAK, usai makan rokoknya Sampoerna (97% saham milik Philip Morris Amerika).......

KELUAR RUMAH naik motor/mobil buatan Jepang, Cina, India, Eropa tinggal pilih. SETIBANYA DI KANTOR: nyalain AC buatan Jepang, Korea, Cina. GUNAKAN komputer dan HAND PHONE ( dengan operator Indosat, XL, Telkomsel semuanya MILIK ASING: Qatar, SingapurA, Malaysia).

KALAU BELANJA di CARREFOUR (punya Perancis) kalau begitu KE ALFA (75% sahamnya Carefoure). BAGAIMANA DENGAN GIANT...? Ini punya Dairy Farm Internasional, Malaysia pemilik yg sm dg Hero.

BANGUN RUMAH pakai SEMEN, Tiga Roda Indocement skrg milik Heidelberg Jerman (61,70%). Semen Gresik milik Cemex Meksiko, Semen Cibinong punyanya Holcim (Swiss). Masih banyak lagi kalo mau diterusin. LALU BB andapun buatan Cina, beda tipis sm sy punya buatan Canada.

BANGUN RUMAH pakai SEMEN, Tiga Roda Indocement skrg milik Heidelberg Jerman (61,70%). Semen Gresik milik Cemex Meksiko, Semen Cibinong punyanya Holcim (Swiss). Masih banyak lagi kalo mau diterusin. LALU BB andapun buatan Cina, beda tipis sm sy punya buatan Canada.

MALAM-MALAM ISENG ke CIRCLE K dari Amerika. Ambil ATM di BCA, Danamon, BII, Bank Niaga ah semuanya SudAh MILIK ASING, walaupun namanya msh Indonesia.

dan tulisan selanjutnya

HANYA KORUPTOR YG ASLI INDONESIA

Namun bukan soal korupsi yang jadi perhatian saya, tulisan diatas mengingatkan saya betapa mengerikannya sistem demokrasi, sistem ini membuat seorang Individu (kapitalis) dapat menguasai apa saja selama dia memiliki modal (kapital). Dan orang yang memiliki kekuasaan akan tetap mempertahankan atau membesarkan kekuasaanya, sehingga orang-orang yang terlahir dengan tidak memiliki kekuasaan akan tidak punya kesempatan dan akan terlahir sebagai budak mereka.

Klo dulu penjajahan dilakukan oleh negara-negara kini penjajahan dilakukan oleh individu kepada individu lainnya. Seperti dalam film james bond terbaru, "sky fall", musuh kita semakin tidak jelas, siapa saja bisa menjajah siapa saja selama dia punya modal (kapital).

Dan mungkin tanpa saya sadari, saya sudah menjadi salah satu budak mereka.


Zakat dan Kepedulian


Munurut blog ini http://www.wahyu-winoto.com/2011/09/zakat-dalam-konteks-agama-dan.html, salah satu hikmah dari berzakat adalah mewujudukan solidaritas sosial, rasa kemanusian dan keadilan, ukhuwah islamiyah, persatuan ummat, dan pengikat batin antara yang kaya dengan yang miskin.

Dengan makin maraknya lembaga-lembaga zakat, memudahkan kita dalam berzakat. Mau zakat sekarang tinggal transfer. Namun saya menjadi bingung dimana letak kepeduliannya? Solidaritasnya? Rasa kemanusiaanya? Saya khawatir malah yang timbul ketidak-pedulian. Malah saya khawatir akan menumbuhkan pikiran-pikiran seperti ini, “Pokoknya saya sudah transfer, saya sudah berzakat, sudah membersihkan harta saya”, “Tidak peduli sama lembaga zakat mau dipake apa?”, malah kalau sudah parah bisa seperti ini “Zakat nih ribet amat transfer-transfet tiap bulan/tahun, saya bikin standing-instruction aja tiap bulan/tahun langsung diautodebet dari rekening saya”. Jadi hilang kepeduliannya, yang ada malahan keangkuhan.

Namun di sisi lain, sangat tidak dianjurkan untuk melakukan pembagian zakat sendirian. Seringkali malah mengakibatkan kerusuhan yang pernah dalam beberapa kasus bahkan hingga meregut korban jiwa.

Jadi bagaimanakah sebaiknya?

Bagaimana kalau motor dilarang?


diambil dari profil picture twitter @b2windonesia

Saya bukan benci dengan motor, saya hanya benci dengan prilaku pengendara motor yang suka seenaknya di jalanan. Pasti anda berpikir “Ah kan ga semua pengendara motor seperti itu...”. Dulu juga saya pengendara motor. Dulu juga saya berpikir seperti itu. Tapi coba kita berhenti sejenak, dan melihat lagi dengan jujur kedalam hati kita. Apakah benar masih seperti itu?

Saya merasa menjadi minoritas pada saat saya mematuhi aturan lalu lintas, mulai dari dikloaksonin, dimaki, ditabrak, disenggol dan masih banyak lagi. Kalau ditekan seperti itu terus-menerus lama-kelamaan seseorang akan berubah juga. Sebelum saya terpengaruh dan berubah, saya mengambil langkah drastis. Saya memilih untuk naik sepeda.

Sekedar info, ini diambil dari http://www.worldlifeexpectancy.com/country-health-profile/indonesia. Kematian akibat kecelakaan kendaraan bermotor mencapai 48,074 pertahunnya (data tahun 2010) yang artinya 134 orang meninggal perharinya akibat kecelakaan bermotor, dan menurut Prof. Dr. Danang Parikesit, Senior Researcher Transport Planning And Financing Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, di http://www.jddc-online.com/?p=51 70 persennya adalah akibat sepeda motor.

Menurut saya ini sudah parah. Harus ada suatu perubahan, harus ada tindakan yang tegas, harus ada suatu terobosan. Jika dibiarkan ini hanya akan memperparah. Aturan sudah ada hanya saja pelaksanaannya yang belum tegas.

Friday, September 28, 2012

Fail to look the real problem

Bicara soal tawuran pelajar, ga perlu jauh-jauh ngomongin politisi, petinggi dan aparat negara yang suka berantem di TV-TV, lihat saja dulu yang paling dekat bagaimana prilaku kita terhadap sesama sehari-hari di Jalan Raya, di tempat kerja, di parkiran, di mall-mall, di dunia pendidikan, bahkan di tempat ibadah pun kita sering kali menyerobot, menghajar, membantai, memakan, melibas, mengkadali sesama kita, dan merasa paling hebat. Mengobarkan kebencian kepada orang lain. Menindas minoritas. Mencuri-curi kesempatan.

Sikap selalu ingin mengalahkan, mendominasi, menindas orang lain sudah merasuki ke dalam setiap inchi dari kehidupan kita sehari-hari. Dan ini terus menerus dipertontonkan, di install, mau tidak mau ke dalam otak generasi muda dalam kesehariannya hingga tertanam di alam bawah sadar mereka.


Fuck soal kebersamaan sesama pengguna jalan, fuck soal menghargai antrian tol, fuck soal menghargai perbedaan pendapat, yang kuat dia menang, lo anak siapa, gw anak siapa, selama lo ga ganggu gw, gw ga akan ganggu lo.


Justru hal-hal seperti diatas kita malah familiar, dari yang muda-muda hingga ke yang tua-tua yang seharusnya  lebih bijaksana dan memberikan contoh.


Hukum? terdengar asing ditelinga gw.


Gw rindu kebersamaan, gw rindu kasih sayang, gw rindu kebenaran, gw rindu keadilan.

Wednesday, September 19, 2012

Lost Perspective


Kadang kita memiliki banyak keinginan. Gambaran-gambaran ideal, cita-cita, yang bukan didasari oleh sesuatu yg baik. Namun kita tidak pandai dalam hal tersebut. Hal tersebut justru menjauhkan kita dari diri kita yang sebenanrnya. Mengaburkan tentang siapa diri kita. 

Membuat kita lupa akan apa yang sedang terjadi sebenanrya. Hal ini hanya akan membawa ke arah yang lebih buruk. Membuat kita lupa akan kewajiban-kewajiban kita, pada diri kita, pada keluarga kita, pada pekerjaan kita. Menjauhkan kita dari realita.

Life is never ending story of identity serching. Semua berangkat dari WHY? Kenapa kita hidup? Untuk apa kita ada di dunia ini? Kenapa kita harus melakukan semua ini? What matter to your life?

It is kind of depressing if thingking like that too much. I dont know what I am talking about!

Sunday, September 16, 2012

Menghadapi Pilihan




Pernahkah anda dihadapkan pada suatu pilihan? Pernahkah anda berada pada keragu-raguan? Takut mengambil keputusan, takut salah, khawatir akan hasil yang tidak pasti. Pada akhirnya anda hanya menunda keputusan tersebut. Namun justru hal itu membuat anda semakin khawatir dan terus kepikiran. Pernahkah Anda berada dalam posisi tersebut?

Sadarkah anda bahwa sebenarnya setiap harinya kita dihadapkan pada ratusan pilihan-pilihan.

Mulai dari pilihan-pilihan yang kita anggap sepele, seperti :

“Bangun dari tempat tidur atau stay 5 menit lagi?”

“kopi atau teh?“

“ngantor pake kemeja atau batik atau poloshirt?”

“celana bahan atau jeans?”

“naik mobil atau sepeda?”

“belok kiri atau kanan?”

hingga pilihan-pilihan yang menurut kita signifikan sangat berarti bagi kehidupan kita, seperti :

“mau masuk SMP mana? SMA? Perguruan Tinggi?”

“ngekost atau asrama atau bareng-bareng ngontrak rumah?”

“Himpunan atau Cage?”

“kejar “dia” atau cari yang lain?”

“Mencintai atau dicintai?”

“Menikah?”

“Have a Baby or not?”

Sebenarnya setiap pilihan-pilihan tersebut baik kecil ataupun besar, memiliki dampak yang sama terhadap hidup kita, kesemuanya merupakan potongan-potongan puzzle kehidupan kita yang membentuk kehidupan kita hingga menjadi sekarang ini.

Life is a matter of choice. Kehidupan merupakan sekumpulan pilihan-pilihan yg kita buat setiap harinya, setiap detiknya. Kehidupan merupakan the series of choice. Siapa diri kita saat ini, tidak terlepas ratusan pilihan-pilihan yang kita buat setiap harinya di masa lampau.

It doesn't matter what the result is, as long as you choice something

Apapun yang kita pilih, dalam ketidakpastian, kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Benar atau salah, baik atau buruk, itu semua akan kita lihat setelah kita mengambil keputusan tersebut. Setelah kita menjalaninya. Apapun itu hasilnya, hidup akan terus berjalan even if you dont decide anything, life still goes on.

Ini akan menjadi masalah apabila kita tidak memilih sesuatu dan menjadi ragu. Sebenarnya tidak memilih juga merupakan suatu pilihan.

Menunda bukanlah suatu solusi, pada akhirnya kita juga tetap harus memutuskan.

It is okay if you want to postpone your decision till certain time.

It will become a problem when those things you postpone still haunt you and make you worry.

You will waste your live if you in the doubt and worry everything, gimana kalo gini, gimana kalo gitu, hidup jadi sengsara, misery, You are not live in the present, you are not live in anywhere but inside your head. Stop worry and take decision! or worst case, ask somebody to take decision for you.

Just take simple decision and the worry will be gone! You will be focus to the next things.

It doesnt matter if your decision turns out become bad decision, you can learn from it.

It is better to take decision and get wrong and learn from that mistakes than live in doubt and hesitation.

Think Less Feel more! Worry less enjoy more!

It will be easier for everybody.

If you can reduce the ammount of time to take decision, you can take much more decision. Lot decision means lot mistakes. Lot mistakes mean lot things to learn.

Quick decide everything, take a lot of decision, take a lot of mistakes, learn a lot from all of those. Pada akhirnya tanpa kita sadari kita sudah mengambil langkah besar dalam hidup kita.

Monday, June 25, 2012

Mainan Baru: GOPRO

Kali ini gw mau share sedikit tentang mainan baru, hehehehee… Mainan barunya adalah kamera serbaguna untuk outdoor sport merk GOPRO. Alasan beli: pengen kamera underwater untuk freediving yang murah dan mudah digunakan, sederhana dan tahan kedalaman freediving dan sudah all in sama casingnya.

Kebanyakan kamera underwater mentok di kedalaman 10 meter, untuk bisa lebih dalam lagi kamera biasa dengan underwater hoising juga bisa namun ya itu harganya mahal banget. Contoh Canon G12 utk kameranya aja bisa 5 jutaan, belum lagi casingnya bisa 2 jutaan total 7 jutaan. Underwater Pocket camera 10 meteran harganya 3 jutaan, mau lebih dalem harus beli casing lagi. Intinya sih mau dapet kamera bagus bisa photo underwater murah. Alhasil terpilihlah GOPRO.

Namun bukan berarti GOPRO sempurna, justru kamera-kamera yang lain itu punya banyak kelebihannya. Yang paling terasa adalah GOPRO lensanya fisheye, wide dan fix ga bisa diganti-ganti. Sedangkan banyak kamera lain yang lensanya ga fisheye dan bisa diganti makro. Gunanya apa makro? Gunanya buat foto mahluk laut nan imut dan lucu-lucu seperti nudibranch, nemo, pigmie dan masih banyak lagi.

Kekurangan yang lain adalah manualnya yang jelek banget, ga lengkap, minim gambar, dan menuh-menuhin dus sampe dibikin 4 bahasa. Beberapa kekurangan manualnya adalah ga ngasih gambar cara buka battery, ga ngasih tahu bagaimana pertama kali memulai, bagaimana buka casingnya? (waktu beli camera sudah di dalam casing), apakah battery harus di charge terlebih dahulu? berapa lama? bagaimana masang battery? ga ada gambarnya di manualnya, ga ngasih tahu harus pake flat lens utk underwater, jadi harus beli casing underwater lagi, untuk apa include underwater casing ampe tahan kedalaman 50 meter klo akhirnya harus beli lagi dive casing, ini karet warna putih buat apaan? dan masih banyak lagi kekecewaan lainnya.

Namun semua kekecewaan itu terbayar setelah melihat video-video di youtube dan forum-forum bagaimana orang-orang menggunakan GOPRO. Forum-forum tersebut menunjukan penggunaan kamera ini tidak terbatas, unik-unik dan keren-keren. Hanya imajinasi dan kreativitas yang membatasinya. Contoh beberapa hasil kreasi para pengguna gopro bisa dilihat di youtube atau forum-forum GOPRO.

Beberapa yang sudah pernah gw liat adalah: mount ke Eggtimer untuk bikin timelapse, steady cam mount, handgrip mount, 360 degree helmet mount, di pasang di RC (car, aeroplane, copter), dipasang di pisau untuk demo masak, infra red untuk night vision, monopod, tripod, wrist mount, chest mount, flat lens untuk under water, flat lens dengan red/uv filter, dll. Yang lebih keren lagi semuanya itu yang gw liat di youtube adalah versi Do It Yourself (DIY). Jadi bisa bikin-bikin sendiri di rumah. Belum lagi mounting bawaan paketnya juga keren-keren. Ada vented helmet strap mount, memungkinkan kita memasang kamera di helm sepeda. Head strap mount, memungkinakn kita memasang di kepala, berguna banget saat snorkeling atau renang. Curved adhesive mount, pasang di helm atau dimana aja yang permukaannya melengkung (curved), kalo gw malah di pasang di dashboard mobil secara dashboard mobil gw permukaanya melengkung. Flat adhesive mount, untuk pemsangan di permukaan yang rata., dan lainnya.

Saran gw beli HD HERO 2, gambarnya lebih bagus, dua kali lebih tajam dari HD1, tajem banget. Karena harga jauh murah dan gw pikir ga perlu fitur2 wifi yg fancy itu ya jadinya gw plih hero 1 aja. Ternyata yg hero 2 gambarnya jauh lebih tajem. Nyesel juga beli Hero 1 tapi ya duitnya cuma ada segitu mau gimana lagi. Rencana ke depan mau bikin flat lensnya sendiri, kalo beli mahal euy. Nanti hasil jepretan dan cara bikin flat lens ala Irvan akan gw posting di sini.

Hasil Jepretan GOPRO:

GOPRO Skeleton Housing

My cubicle with my laptop

Mba Sarah sedang foto orang ganteng

Funbike bareng teman-teman kantor

"Life is like riding a bicycle. To keep your balance you must keep moving" - Albert Einstein

Jembatan Semanggi


Untuk sementara hasil video ga diupload dulu karena internetnya lemot! Next time gw upload video bersama hasil foto-foto di Lombok, hasil utak-atik flat lens project.

It is not camera, it is GOPRO! LETS GOPRO!

Thursday, May 31, 2012

Belajar Berenang


Wuih ga berasa dah 2 tahun lebih ga nulis di blog yg ini, jadi kangen nulis. Apa aja yang sudah terlewatkan dua tahun ini dan ga tertulis di blog yah?

Lahiran adek sepupu Ifa, Pagi Nayyara Orellda; pindah kantor baru, Cubicle baru, teman baru & teman lama; lombok fieldtrip; Ifa dah bisa salam dan cium tiap gw berangkat kantor; Ifa dah bisa ambil minum sendiri dari dispenser; Ifa dah mulai lepas pampers dan ngomong kalo mau pipis; Ifa dah bisa bilang papa bau dan kuku papa tajem; perjalanan tim hore ke gili nanggu & gili trawangan; my first masker, snorkle & fin; keranjingan freediving; gabung LFD; daftar Asuransi Jiwa; meeting di Aston Bogor; berakhirnya perkuliahan S2 tinggal nulis tesis; my first laser wireless mouse; my first carier bag & flysheet; Camping ke Pulau Perak; dll

Kali ini gw cuma mau sharing sebuah cerita bagus yang asalnya ga tahu dari siapa, gw cuma denger di radio smart fm jakarta, seorang cewek dari institusi adam kho yang cerita, gw lupa namanya,

Ceritanya seperti ini :
Seorang profesor ahli zoologi, geologi dan botani sedang melakukan penelitian di hujan hutan tropis yang terkenal dengan sungainya yang besar dan sangat deras.
Alkisah sang professor yang arogan ini harus menyebrangi sebuah sungai besar. Untuk itu dia menyewa jasa seorang tukang pendayung perahu sebut saja namanya Pak Amin (bukan nama sebenarnya).
Jenuh dengan suasana diatas perahu, Professor mulai membuka pembicaraan,

Professor : "Bapak tahu tentang zoologi?"
Pak Amin : "Zoo apa pak? Wah baru denger saya"
Professor : "Wah bapak telah kehilangan 25% masa hidup bapak, karena tidak mempelajari ilmu yg begitu indah ini"
Pak Amin : "OOOooo gitu ya Pak (murung)"
Professor : "Bapak tahu tentang geologi?"
Pak Amin : "Wah apalagi itu pak, saya ini hanya tukang dayung perahu pak"
Professor : "Wah sayang sekali bapak telah kehilangan 25% lagi dari masa hidup bapak, karena tidak mempelajari ilmu yg luar biasa ini"
Pak Amin : "Ooooo hmmm... (tambah murung)"
Professor : "Bapak tahu apa itu botani?"
Pak Amin : "Tidak Pak (mulai kesal)"
Professor : "Bapak telah kehilangan 25% lagi dari masa hidup bapak karena tidak mengenal ilmu ini"
Pak Amin : "hmmm (semakin murung)"

Tiba-tiba Pak Amin tersadar dari kemurungannya yang suram. Ia baru saja menyadari perahunya akan terjebak di pusaran arus yang tidak menentu dan sudah sangat sulit sekali untuk menyelamatkan perahunya.

Pak Amin : "Pak Prof pernah belajar berenang?"
Professor : "Tidak pernah Pak! Emang kenapa?"
Pak Amin : "Wah sayang sekali, Bapak akan kehilangan 100% hidup bapak!" 

Hikmah cerita diatas : segera belajar berenang! hahaha... just kidding...bukan... bukan itu intinya...

Inti sebenarnya dari cerita ini adalah terkadang kita disibukkan mengejar hal-hal yang indah dalam hidup kita sampe kita lupa menikmatinya dan lupa apa yang sebenarnya penting untuk hidup kita, yaitu belajar berenang... hahaha #teteup #seriusamatyak