Thursday, May 27, 2010

Alun-alun selatan Jogjakarta

Ada yang pernah ke alun-alun selatan Jogjakarta? Nah kalo sudah pernah, tentu tahu sebuah permainan berjalan melewati dua pohon beringin dengan mata tertutup.

Konon katanya ada kekuatan magis/mistis yang menghalangi orang-orang untuk melewati kedua pohon beringin tersebut. Konon juga katanya untuk orang yang dapat melewatinya maka semua keinginannya terkabul.

Ntah bener atau ga, pokoknya coba saja dulu. Sewa tutup mata Rp 3,000.- langsung cobain deh. Hehe...

Gw (hitam) dan Ari Masputra (biru) sebagai Co-Pilot. Ari hanya memastikan klo gw ga jatuh atau nabrak orang.







Ternyata memang susah sekali untuk berjalan lurus. Kenapa susah? Kira-kira begini penjelasannya. Dari start mpe finish (lewatin pohon beringin) kira-kira 100 langkah = 50 meter an. Lintasan berupa lapangan berpasir dan sebagian berumput. Lebar celah kira-kira 5 meter.

Nah sekarang pertanyaannya, apakah kita yakin bisa jalan lurus sepanjang 100 langkah itu? Seberapa yakin lo bisa jalan lurus? klo ga yakin, kira-kira klo lo jalan biasa dengan mata tertutup (cobain deh) 5 langkah atau 10 langkah, seberapa besar penyimpangannya? berapa derajat? Coba lihat busur derajatnya?


Okay, Lets say jalan lo cukup lurus, bisa menjaga di kisaran 20 - 30 derajat (menurut gw sih dibawah 10 derajat dah dewa, haha). Mari kita hitung dangan sudut 10 derajat. (50 meter) x (tan 10 derajat) = 8.816 meter. Bagaimana klo 20 derajat : ~18 meter. klo 30 derajat : ~ 29 meter.

Apalagi klo terakumulasi setiap 5 langkah tambah miring 10 derajat. Wah bisa-bisa muter balik dan ini katanya pernah terjadi lho. Hahaha...

So intinya emang ga ada mistis-mistisnya. Hal ini cuma memang karena susah. Mau di tempat manapun juga akan terjadi sama seperti ini. Ga ada pengaruhnya dengan pohon beringinnya. Gw aja juga melenceng sana-sini namun pada akhirnya berhasil juga.




Nah ternyata gw bisa langsung lewat tuh pada percobaan pertama. Mistis? Sama sekali ga! Boongan doank tuh. Hehe...

Bagaimana dengan lo?

Sunday, May 23, 2010

Be Positive!

Many people wondering why other people brag about their live.

Maybe my best answer is : "Why you so bother with all of those stuffs... Is it because you dont have something to share or you dont wanna share anything?"

There is something dengerous tumour that consume our mind and corrupt our life. Most of people dont realize it growth & growth beneath everyone heart, they call it envy.

Sometimes people who brag, gloat or boast about their life, they dont meant to do that. Sometimes they just wanna say thanks to god and share it with their dear friends. Sometimes they just wanna remind themself how lucky they are. Sometimes its not about us at all. So why we so bother with all of those stuffs.

When others have a good life it doesnt mean we have the suck one. It is definately nice have success friends, It feels good when we have a lot of happy friends. We should experience that cheerful into our soul, blithe our mind fullfill with happyness, bliss and joy. We should be grateful.

Wednesday, May 19, 2010

Simple Thought

It's like my wife said, I just simple person with simple thought, live his simple life, work his simple job and sleep in the simple house... anyway, how lucky I am, I have beautiful wife and beautiful daughter.

What I thought is about the essence of life cycle. There are only three of them. Whenever your life move to another level of life, you always need this three steps to getting through. And you repeat those three steps again and again along the increasing of your life achievements.

Here they are...

1. You know where you are
2. You know where you will be
3. You know how to get there


For the people who dont know where they are, they dont have enough confidence to getting through their life. For them, life is cruel, life is not fair, life is brutal, life is not on their side. They always complain about their life, grumble their life, and getting frustated about it. They dont have strong enough foundation to live their life. They always fail before they try to step. Always fall in to the shit hole everytime. And they always blame God, family or other people for their failure. They dont know what they have. They dont know what their weakness, lack of their skill. They dont know where they good at, their superiority, their competency. Actually They dont know what they are.

For the people who dont know where they will be, they just getting through their life to nowhere except death. Yeah for sure everyone will die some day. Not today maybe tomorow, maybe 10 years later, maybe nextweek... we dont know... So if the life can be so short, can be so fragile, is it important for everyone to get some valuable achievement in their life. At least once in our life we have to do something valuable for ourself, our family or people around us. Just Dream it! talk about it, think about it, with passion. Fullfill your body, your mind with desire of it. Blow up your consciousness with it. And believe that you will get what you want someday. In front of you, life can be so cruel, there are lot of challenge waiting for you. Some times those challenge can make you down and fall. So you need a lot of passion to keep in track. to get up again after several fall. So if you dont have one, start to define what you really want now, what is your desire, your wish. If you already have one, ask these questions "Does it give us enough passion? Does it really what i want?"

Now what you need is the master plan. How to get there. You need to write it down step by step, measurable, have deadline, and very detail. Like an arsitec, before he build the great appartment, or great tower, always has a blueprint in very detail. Yeah you must write your life blueprint. Write it now! The more detail you wrote, the more easier to get what you want later. Just Do it! and you will get what you want in no time!

So after you achieve what you want, you know exactly what you have. You have an achievement, right? So you can start over. Define some new desire, try to get knowledge about it, and fight for it. You will achieve the new one. Goodluck!

Monday, May 17, 2010

Mahakam Fieldtrip IPA

Akhirnya gw kebaigan field trip lagi!!! Klo tahun kemaren ke Jawa timur, untuk tahun ini gw kebagian ke Samarinda. Tepatnya ke Sungai Mahakam dari hari Senin hingga Minggu, 15 - 16 Mei 2010.

Fieldtrip kali ini gw melihat satu paket lengkap sedimen dari beberapa lingkungan pengendapan mulai dari laut dalam (turbidite deposite), carbonate, open marine shelf, delta hingga fluvial channel, ditutup dengan melihat modern distributary channel dan distributary mouth bar.

Yang paling menarik adalah untuk pertama kalinya gw berjalan diatas modern distributary mouth bar. Letaknya ditengah-tengah laut menghadap mulut sungai mahakam.

Dataran mouthbar ini hanya muncul pada saat air surut, kira-kira mulai tengah hari hingga 3 jam berikutnya. Pada saat pasang, dataran ini akan tenggalam.

Check this out!



Irfan Cibaj as Our Instructor



The Participants


The highest point in Kutei Basin. Observe the antiklinorium of Kutei Basin.


Observe the antiklinorium of Kutei Basin


City view : Samarinda!


Hotel tempat gw dan temen-temen nginep. Kalo dipikir-pikir banyak kejadian aneh yang baru gw sadari sekarang. Hahahaha!


Pelabuhan Samarinda malam hari


Pelabuhan Samarinda Pagi hari


Zoom dari foto sebelumnya yang diatas


Lebarnya Sungai Mahakam


Sampai-sampai kapal besar aja bisa masuk


Endapan batupasir dengan mekanisme pengendapan turbidity current diantara ratusan meter (tebal) endapan shale laut dalam / slope


Share knowledge!


Turbidity Current deposit


Burrow on top of shelf break shale


Shelf break carbonate


Coral


Coral


Coral


Batuputih Carbonate Complex


Burrow at distributary channel


A lot of burrow at distributary channel


Distributary mouthbar to fluvial channel


Coal clast in fluvial channel


A fluvial channel para sequence. 5th Order, 20,000 years at once. Sharp base, fining upwards & coal layer on top of it.


Crossbed in fluvial channel


Mahakam River


Oil Rig in Tambora Field


See near the horizon, lot of birds looking for food on top of mouth bar


Riple on top of mouthbar


Riple in an outcrop


Hermit


Taking some cores on modern distributary mouth bar


City view : Balikpapan!


Sepinggan beach meet the sky!

Wednesday, May 05, 2010

BUKAN GEOLOGIST

Alkisah ada seorang anak muda minim pengalaman yang sedang kikuk kebingungan sekaligus terpesona melihat facies map tercantum dalam sebuah montage. “Wah hebat sekali ya...” Disitu tertulis Delta Plain dan sebagian lain tertulis Delta Front.

Anak muda tadi berpikir... dan terus berpikir... dan berpikir...
“Koq si geoscientist bisa tahu klo disitu adalah delta plain dan di sebagian lainnya delta front...? Ahli nujum kah?”

Ternyata disebelahnya ada amplitude atribute map. Nah mungkin klo dilihat dari bentuk-bentuknya di amplitude ini keknya mirip-mirip delta nih.

Tapi si anak muda masih kurang puas klo penjelasan pertanyaannya cuma berdasarkan pola-pola perbedaan warna saja dari permainan gelombang. Akhirnya dia coba lihat log dari sumur-sumur disekitarnya.

Yah namanya juga minim pengalaman, jadi ya dikasih lihat log malah tambah kebingungan. Bongkar-bongkar final well report dan kembali baca-baca catatan geologist sebelumnya juga tidak banyak membantu. Bodoh betul memang si anak muda ini.

Untungnya si anak muda mengenal seorang geoscientist yang terkenal sangat jenius dengan segudang pengalaman. Semua orang di perusahaan meyakini bahwa orang ini adalah Galileo zaman modern yang terjebak di perusahaan ini

Tercetuslah pertanyaan polos itu,

Anak Muda : “Mas gimana sih ngebedain delta plain dengan delta front klo dilihat dari sand nya?”
(sambil bolak-balikin log sumur)

Galileo : “Liat struktur sedimennya donk?”
(sambil acuh tak acuh klak-klik browsing detik forum)

Anak Muda : “Lha emang bisa kelihatan (di log) ya mas”
(masih bolak-balikin log sumur)

Galileo : “Kamu tahu herring-bone cross stratification?”
(sambil masih acuh tak acuh klak-klik browsing detik forum)

Anak Muda : “&@%^*&@(#@$????”

Galileo : “Wah masa kamu ga tahu itu, dasar banget itu.”
“Kamu suka ngeblank depan singkapan ya?”

Anak-Muda : “hmmmm....”
(Sambil bingung mengingat-ngingat kapan terakhir liat singkapan)

Galileo : “Wah bukan geologist kamu!

Langsung deh pikiran anak muda itu melayang ke masa-masa kuliahnya yang sangat lama itu (7 tahun lebih sedikit) dan sebagian besar waktunya tidak dihabiskan untuk belajar geologi, melainkan mainan internet, belajar komputer, bikin website, network server, main multiplayer games sampai sempat jadi pembicara di seminar-seminar multilevel marketing alias MLM.

So kalo saya nulis tentang geologi di blog ini bukan berarti saya jago atau ahli atau sok-sokan expert. Bukan, sama sekali bukan! Melainkan ini hanya sebagai bentuk pertempuran saya melawan keterbatasan otak saya yang sangat doyan lupa dan juga hanya sekedar ingin memuaskan hasrat akan ke-geologi-an saya yang masih premature ini.

Entah bagaimana dengan geologist lainnya, yang pasti saya merasa sangat kebingungan waktu pertama kali terjun ke dunia ini. Selama ini yang saya ketahui ya hanya se ujung kuku jari kelingking kaki bayi.

Di dunia perkuliahan tidak pernah diajarkan bagaimana caranya kamu bisa menjadi seorang prospectus geologist. Tidak diajarkan bagaimana meng-generate prospek.

Salah seorang manajer eksplorasi pernah bilang ke teman saya, “Dapet atau ga dapet (minyak) bukan masalah, yang penting selama prosesnya yang dikerjakan sudah benar itu benar”. Banyak juga selentingan-selintingan yang bilang “klo di kumpeni sana prosesnya jelas, step-stepnya berurutan, tidak seperti di sini, acak-kadut, serabutan”

Nah sampai sejauh ini, setelah 2 tahun bekerja, saya tidak sepenuhnya yakin apa itu proses yang benar. Apa saja urut-urutannya. Apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu untuk seorang geologist terjun ke sebuah cekungan yang baru dia kuasai hingga mampu meng-generate prospek. Semua pertanyaan itu terus menghantui saya selama 2 tahun ini.

Saya berharap dengan menulisnya lebih terstruktur, dengan mencatat apa-apa saja yang saya ketahui, dengan mencatat segala pengetahuan yang saya dapatkan dalam proses pencarian jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini, suatu saat, mungkin, saya akan dapat menemukan jawabannya. Saya akan dapat mensarikannya.

Klo tetep ga dapet jawabannya gimana? Yah tidak apa-apa....

Toh kata Galileo juga kan saya ini bukan seorang geologist.

PS: Semua tulisan mengenai geologi di blog ini jangan langsung di telan mentah-mentah.

Catatan pertengahan april 2010

Friday, January 08, 2010

BIKERS DODOL

Klo dulu gw liat matahari pagi ekspresinya seneng betul. iya lah gimana ga seneng, hangat dan menyegarkan juga menyehatkan. Gw kuliah di Bandung dimana disini dingin abis. Dapet matahari pagi tuh serasa lo abis boker pas bangun pagi. Nikmat betul.

Sekarang setelah tinggal dan bekerja di megapolitan Daerah Khusus Ibukota Jakarta, begitu liat matahari pagi ekspresi gw "Anjrotttt.... dah siang, macet dah .... mampus gw telat lagi hari ini". Yup gw dah lupa bagaimana rasanya menikmati mentari pagi. Kerja di Jakarta seperti Pak Tani. Berangkat pagi-pagi buta pulang sore-sore. Bedanya gw ga pernah liat matahari. Dan parahnya setiap hari harus adu urat berkutat dengan para bikers-bikers jahanam haram jadah yang ga tahu cara nyetir....

Yang paling menarik adalah, setelah gw perhatikan baik-baik, sering kali gw melihat banyak orang-orang menderita gangguan jiwa di jalan raya (mungkin sebentar lagi gw jadi salah satunya). Lho ko gangguan jiwa? Kenapa gangguan jiwa? Ya iya lah seperti org2 gangguan jiwa yg ga dapat menerima kenyataan ini salah satunya dah tahu jalanan macet... cet... cet.... abis ga gerak matek. Eh tetep aja ada yang grasak-grusuk di belakang gw mencoba nyalip gw. "Men ini lagi berhenti, plis deh". Setelah nyalip dia hanya 2 inchi dengan posisi motornya malang melintang di depan gw .... Shitttt....! Nih orang menderita keterbelakangan mental, gangguan jiwa, tidak dapat menerima kenyataan bahwa dirinya sedang terjebak macet.

Yang lucunya lagi nih orang kalo belok selalu patah kiri dan patah kanan dengan sen hanya berupa tengokan kepala kiri dan kanan. Wkwkwkwkwkwk LOL! dah ga pake lampu sen terus cuma sekedar nengok... tetep aja ga liat keadaan di belakangnya. Walau dibelakangnya tronton segede boeing mau ngelindas dia tetep aja dia cuek belok, "lha gw kan dah tengokin kepala gw".

Spion? wew bagi orang-orang seperti ini nih spion tuh cuma aksesoris, malahan banyak yang dicabut, (yang paling aneh) dibalik kedepan, diganti, atau hanya sebelah kiri yang dipasang. Dan masih banyak lagi kelakuan-kelakuan tolol para bikers jahanam ini.

Mobil gimana? yah karena keterbatasan gerak mereka, tingkahnya tidak seaneh para bikers-bikers ini, tapi tetep aja banyak juga yang menderita gangguan jiwa. Mungkin ketularan para bikers-bikers jahanam ini.

Yang bawa sedan dah kek bawa tronton. Kalo mau belok ambilnya lebar betol. Pelan-pelan bgt. Lampu merah masih 200 meter di depan dah berhenti di tgh2 jalan lagi. Ironisnya malahan yang bawa metro mini dan kopaja atau bus-bus gede lainnya nyetirnya seperti nyetir mobil balap. supirnya serasa nyetir mobil sedan. grasak-grusuk, salip kanan salip kiri. malang melintang di tgh jalan ga sadar klo kopaja itu besar....

Stress? mumet? exhausted? haus? Seharusnya berkendara itu tidak seperti ini. Berkendara itu komunikasi. bagaimana lo berkendara akan di komunikasikan atau setidaknya berasa kepada pengendara lainnya di sekeliling lo. Berkendara itu tenggang rasa. Berkendara itu harusnya bebas. bebas yang bertanggung jawab. Bebas untuk kita dan orang lain. Berkendara itu nikmat. bukan stres. Feel free to ride!