Showing posts with label bogor. Show all posts
Showing posts with label bogor. Show all posts

Wednesday, April 22, 2015

Camping III : Curug Cihurang

Berselang lima bulan dari terakhir kali kami sekeluarga camping ke Curug Panjang, pada tanggal 11-12 April 2015 kemarin akhirnya kami kembali camping ke alam terbuka. Tujuan camping kali ini adalah Curug Cihurang, Desa Gunung Bunder II, Kecamatan Pamijahan, Bogor, Jawa Barat. Alasan pemilihan tempat ini adalah pengen bisa camping ke alam sekalian bisa berenang-berenang main air.



Bulan Juli tahun 2014 lalu, telinga Ifa di operasi dan dipasangi gromet. Imbas dari operasi telinganya, dokter melarang dia untuk berenang selama 6 bulan hingga 1 tahun (paling lama). Baru-baru ini saja telinganya sudah sembuh. Kini hampir setiap akhir minggu kita pergi berenang.

Curug cihurang adalah salah satu air terjun yang terletak di kawasan taman nasional Gunung Halimun-Salak, Desa Gunung Bunder II, Kecamatan Pamijahan, Bogor, Jawa Barat. Selain curug cihurang, dikawasan ini masih terdapat curug lainya seperti, curug seribu, curug cigamea, curug ngumpet 1 dan 2, curug pangeran dan curug-curug lainnya. Curug Cihurang merupakan air terjun vertikal setinggi +/- 5 meter dengan aliran yang sedang. Di bawah air terjun ini terdapat dua kolam alami yang satu sedalam +/- 75cm dan satu lagi hanya kolam dangkal untuk bermain anak2 berbentuk melingkar. Airnya berasal dari DAS (Daerah Aliran Sungai) Lembah Gunung Salak.

Tidak semua curug-curug di Desa Gunung Bunder 2 ini memiliki camping ground. Setidaknya terdapat tiga camping ground lainnya selain camping ground Curug Cihurang yang saya ketahui. Pertama adalah camping ground di Bumi Perkemahan Gunung Bunder (konon katanya ada fasilitas outbond), Kedua camping ground di Kawah Ratu. Ketiga camping ground di Curug Ngumpet 1. Selain itu saya yakin masih banyak tempat lainnya yang bisa dijadikan tempat berkemah.



Kami berangkat dari Kreo, Larangan, Tangerang, sekitar Jam 6 pagi melalui tol lingkar luar menuju tol jagorawi. Dari tol jagorawi kami keluar di exit tol sentul. Kemudian belok kanan masuk pintu tol Lingkar Bogor. Setelah masuk tol Lingkar Bogor kami teruskan mengemudi hingga sampai diujung tol dan keluar, terus menuju IPB, Dramaga. Setelah ketemu pertigaan jalan Bojong Rangkas – Cicadas belok kiri. Ikuti saja jalan utama sampai ke depan Gerbang Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. Sesampainya di gerbang, kami membayar retribusi sebesar 25,000 untuk satu mobil, 2 org dewasa dan 1 anak-anak. Tidak berapa jauh dari gerbang ini di sebelah kiri akan terlihat Bumi Perkemahan Gunung Bunder. Kami terus kan perjalanan menuju Curug Cihurang, hingga akhirnya sampailah kami di Camping Ground Curug Cihurang sekitar jam 09.00 pagi.



Setibanya kami di camping ground, saya langsung disambut petugas setempat dan diajak berkeliling untuk emlihat-lihat dan memilih tempat berkemah. Cukup banyak tempat yang bisa dipilih hanya saja saat yang bersamaan terdapat sekelompok anak pramuka dari SMA serta sekelompok anak-anak dari sekolah asrama yang juga sedang melakukan kegiatan berkemah disini dengan menggunakan tenda pleton TNI/Polisi. Kami memilih tempat yang masih rindang dan banyak pinusnya dengan pertimabangan memudahkan kami dalam memasang hummock. Akhirnya kami memilih tempat yang tidak beberapa jauh di belakang Pos Penjagaan. Di depan tenda kami terdapat deretan kursi-kursi bambu membentang sangat memudahkan kami untuk duduk-duduk santai disekitar perkemahan.



Setelah mendirikan tenda dan memasang hummock serta membereskan barang-barang, kami pun membayar biaya sewa tempat untuk berkemah sebesar Rp 45,000 untuk kami sekeluarga. Relatif lebih murah daripada dua tempat kami sebelumnya yang dihitung perkepala.

Setelah itu kami sekeluarga berangkat menuju curug untuk berenang dan bermain air. Curug ini letaknya sangat dekat dari tempat kami berkemah. Selesai berenang dan foto-foto kami kembali ke tenda untuk makan siang. Makan siang kali ini ditemani dengan Nasi, telur dadar dan spring rol buatan Mama Ifa.



Setelah itu kamipun bersantai-santai diatas hummock dan didalam tenda. Tidak berapa lama hujan pun turun sekitar jam tiga sore. Kami pun segera membereskan barang2 yang berada diluar tenda dan masuk kedalam tenda. Dari dalam tenda seru sekali melihat kakak-kakak pramuka yang sedang “bermain” hujan-hujanan di luar bersama kakak-kakak seniornya. Kamipun bermain tetes-tetes air yang menempel pada flysheet kami.



Setelah hujan reda kami lanjutkan dengan hiking sore disekitar perkemahan. Berjalan-jalan diantara hutan pinus dan momotret sunset.



Setelah puas berjalan-jalan sekitar perkemahan, kami kembali ke tenda untuk mempersiapkan makan malam. Kali ini kami makan malam dengan creamsoup, keripik happy toss, risoles dan spring roll buatan mama Ifa. Seru sekali menyiapkan makan malam bersama-sama ditengah gunung seperti ini. Ifa pun senang sekali bermain-main dengan senter-kepala miliknya.



Setelah makan malam kamipun kembali bersantai-santai didepan perkemahan sambil menikmati minuman hangat kopi atau teh. Menatap bintang dan bercerita bersama Ifa. Setelah puas ngobrol-ngobrol santai, kamipun tidur. Seperti biasa Ifa tidak pernah bermasalah dengan tidur saat berkemah. Ia selalu tahan dengan keadaan dingin. Tidurnya pun kadang melintang seperti layaknya di rumah, merasa nyaman sekali. Ia juga tidak mau diselimutin atau dipasangkan sleeping bag.

Pagi hari saya langsung menuju spot bagus untuk foto sunrise yang sudah kami survei kemarin saat jalan-jalan disekitar perkemahan. Sesampainya disana ternyata telat kesiangan, akhirnya ga dapet foto yang bagus untuk sunrise. Mengobati kekecewaan kembali ke air terjun. Air terjun ini serasa milik sendiri, karena pagi hari sepi tidak ada orang selain kami. Siang hari air terjun ini dipenuhi pengunjung yang datang untuk sekedar piknik. Pagi ini Ifa pun cuek saja bertelanjang bulat bermain air dan berenang di air terjun ini.



Setelah puas berenang, foto-foto dan bermain di air terjun, kami pun kembali ke tenda untuk sarapan dan menyeduh kopi. Sarapan kali ini ditemani oleh smoke beef.

Seusai sarapan kami pun berkemas untuk kembali pulang ke Jakarta. Kali ini kami melewati jalur yang berbeda dari yang kemarin. Kamipun meneruskan perjalanan menuju selatan melewati berbagai macam tempat menarik seperti curug seribu, curug cigamea, curug ngumpet 1 dan 2, curug pangeran, dan kawah ratu. Sekitar tengah hari kami sudah sampai kembali di rumah.

Pemandangan yang indah dan banyaknya tempat menarik untuk dikunjungi serta nuansa alam yang masih asri menjadikan Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak adalah tempat yang ideal untuk camping atau sekedar piknik bersama keluarga.

Summary:

Biaya murah, tempat parkir luas, banyak tempat menarik untuk dikunjungi, air melimpah, ada air terjun dan kolam berenang. Sayang masih ada pungli. Setiap masuk tempat wisata diharuskan membayar lagi. Selain itu kurang terjaga kebersihanya, kesadaran pengunjung masih kurang, sampah dikumpul untuk dibakar. Tempatnya yang pinggir jalan juga membuat kurang hening saat malam hari.

Rate : 7.5

Biaya :
Tiket masuk kawasan 25,000
Camping 45,000
Tol lingkar Luar 8,500 x 2 = 17,000
Tol Jagorawi 7,000 x 2 = 14,000
Tol lingkar bogor 5,500 x 2 = 11,000
Jajan 15,000
Belanja makanan 80,000
Bensin 100,000
Toilet (sepertinya pungli) 2,000 x 2 = 4,000

Total 311,000

Monday, September 22, 2014

Ifa First Camping: Sukamantri Campsite

Hallo! Sudah lama tidak bersua. Karena satu dan lain hal jadi banyak vacum nih nulis di blog (alesan aje lo Pan...). Mulai sekarang berkomitmen mau tulis-tulis lagi lah, walau ga penting, walau mungkin cuma resep bikin teh manis. Hehehe... pokoknya kedepannya Insya Allah akan lebih rajin lagi ngisi blog.

Jadi ceritanya tanggal 20-21 September kemaren kita sekeluarga (Gw, Ifa dan Mamanya Ifa) camping ke daerah Sukamantri, Gunung Salak, Bogor. Lokasinya di sini Click! Hal ini hasil dari baca-baca blog lama nya May di sini Sereleaungu. Sukses racunnya! Penawarnya pun murah meriah.

Siap-siap mau berangkat

Mba, ini ada yang buka sendal di Alf* M*rt, hahaha...

Berangkat jam enam pagi lewat dikit, isi bensin full tank (dont worry ternyata yg kepake untuk bolak-balik bogor cuma 2 strip doank dari total 8 strip itupun sudah sama mampir ke rumah temen di Bogor). Bayar Tol Lingkar Luar Rp 8,500. Tol Jagorawi Rp 8,000. Masuk Bogor, Puterin Kebun Raya menuju arah Ciapus. Sempet belanja dulu di Alf* M*rt. Sampe pertigaan ini Click!, jalan mulai berbatu. Avanza Ok. Suzuki Carry Ok. Bahkan kita lihat splash lewat masih ok, walau agak maksa sih sebenarnya. Sedan jangan coba-coba deh.

Ditengah jalan berbatu tersebut kita ketemu pertigaan, yang satu naik ke atas dengan jalan relatif baik (namun ada tanda perboden), yang satu lagi turun ke bawah dengan jalan ancur. Terpampang plang penunjuk jalan buper ottis sukamantri menujukan arah turun ke bawah. JANGAN DIIKUTI!!! Papan penunjuknya salah. Katanya itu jalan lama yang sudah rusak ga bisa dilewati mobil biasa. Lebih baik pilih lewat perboden tadi, nanti ada pos dan portal untuk kantor perkebunan. Jalannya yang bener lewat situ. Permisi aja numpang lewat.

Setelah kantor perkebunan, akan ketemu gerbang KUJANG RAIDER. Nah berarti sudah berada di jalur yang tepat, teruskan saja sampai gerbang perkemahan Sukamantri. Waktu masuk ditanya sama petugas, sekedar berkunjung atau camping? kita bilang mau camping. Terus dikasih arahan dimana tempat2 yang bisa untuk dipakai camping, karena sebagian tempat ternyata telah dibooking oleh dua sekolah untuk acara pelantikan ekskul. Cari-cari tempat yang enak dari pilihan yang tersisa, pindah-pindah tenda sampe 3 kali (padahal dah pasang flysheet diatas dome) akhirnya nemu tempat yang pas (bisa pasang hummock). Walau banyak pohon namun pohonya cukup renggang sehingga butuh tali yang sangat panjang untuk bisa pasang hummock.Tapi tempat ini tetep teduh dan nyaman kok.

Ifa asik gambar-gambar sambil nunggu gw bangun tenda. katanya lagi gambar tenda.

Belajar membangun tenda

Masih membangun tenda

Jadi!

Pemandangan dari dalam hummock


Pohon (ya iyalah... caption ga kreatip)

Suasana disekitar Buper Sukamantri

Jembatan Cinta (ngasal aja gw ngasih nama)



Setelah tenda berdiri, giliran mama Ifa main masak-masakan. Bikin risol, sup sosis, dimakan pake nasi.

Ifa ngerecokin mama masak, mainin teko trangia.

Chef Vita in Action! Hahaha!
Main masak-masakan di tengah hutan


Kenyang habis makan, sante-sante dalem tenda, terus turun hujan. Ada satu lagi balada drama terjadi. Kunci mobil hilang! Khawatir jatuh di tanah dan takut konslet kena air hujan terus jadi ga bisa pulang, akhirnya bela-belain basahin raincoat ujan-ujanan cari kunci mobil diluar tenda (hiks... hiks...). Taunya ada di dalem hummock yang sudah di gulung dan dilipat rapih dalem tenda. Digebukin Mamanya Ifa, hahaha....

Oh ya saat makan tadi sebelum turun hujan, datang keluarga lain yang ikut berkemah juga sama seperti kita. Ternyata ramai juga.

Tetangga pertama

Tenda anak-anak (Paskibra) SMA yang sedang pelantikan

Suasana malam hari sangat dingin dan gelap. Ditemani temaram lampu-lampu kota bogor. Paling pas masak, makan, mainan api unggun sambil ngopi-ngopi. Masak gagal akibat salah beli spirtus (jangan beli spirtus merk GREEN FLAME). Cuma jadi sosis goreng. Tapi luamayan enak lah ngganjel perut. Sambil nunggu mateng sosis, foto-foto depan tenda dan mainan api unggun. Pas mateng makan sosis depan api berdua (Ifa dah bobo duluan), terus ketiduran sampe ngeces depan api. Jam 10.00 gw nyusul Mama Ifa masuk tenda dan tidur. Malam ini bisa tidur nyenyak tanpa ada hujan.

Dalem tenda malem-malem

Tenda Ifa malem-malem

Temaram lampu-lampu kota bogor dibalik rimbunya pinus. Ga keliatan? Coba di klik biar gede, semoga kliatan. Maaf potohraper abal-abal moto dari depan tenda. Ga boleh jauh2 ada yang takut.

Pas bangun pagi, langsung nenteng2 tripod dan kamera cari spot bagus. Pemandanganya luar biasa. Segala macam balada drama selama perjalanan menuju ke sini terbayar tuntas sama bonus-bonusnya melihat pemandangan seindah ini. Sayangnya, lagi-lagi potohraper abal-abal ini tidak mampu mengabadikan indahnya pemandangan pagi. Kita juga jalan-jalan keliling-keliling dan foto-foto sana sini.

Pemandangan pagi hari. Di spot gw moto ini banyak cacing tanah gede2. Panjang bisa sampe 20 cm dengan diameter badan lebih dari 1 cm. Sukses bikin Ifa geli dan ketakutan sampe nangis saat sadar didepan kakiya ada cacing gede ngeliuk-liuk.

Ramainya

Tetangga beda cluster. 

Besoknya tetangga jadi lebih ramai. Total di sekitar kita berkemah 4 keluarga termasuk kita.

Yang menarik disini disekitaran perkemahan ini masih banyak dijumpai kera-kera liar. Ifa seneng banget bisa liat kera-kera. Takut, terified, tapi seneng! belakangan malah main peran pura-pura jadi Ibu Guru, ngajar baca tulis kera-kera bandel.

Kera-kera liar

Kera Liar

Sekitar Jam 10 pagi kita bongkar-bongkar tenda, packing dan turun, ketemu penjaga, baru bayar, wkwkwkwk... Pulangnya ga langsung ke Jakarta, mampir dulu ke rumah teman di Bogor. Ngobrol ngalor ngidul di rumah teman sampai jam 4 sore. Terus pulang deh ke Joglo. Sampe di Joglo jam 19.00.

Banyak kelebihan pasti ada juga kekurangan. Sedikit saran dari gw untuk bumi perkemahan ini :
  1. Banyakin tempat sampah, kasih yang besar-besar ditempat camp site. Soalnya masih banyak yang kurang kesadaranya, cuma ninggalin sampah gitu aja. Alhasil diacak-acak monyet jadi serpihan kecil-kecil yang akan susah sekali di bersihkan.
  2. Kalau bisa setiap orang baru yang masuk dikasih safety briefing atau pengenalan gitu. Kasih tahu ada berapa camp site yang bisa dipakai, yang mana aja yang sudah di book, yang mana yang belom, aturan-aturan nya apa aja.
Beberapa aturan yang mungkin berguna dan ke depannya berharap bisa diterapkan oleh pengelola :
  • Dilarang ninggalin sampah, Klo nglanggar denda 150,000. biar kapok tuh org yg ninggalin sampah gitu aja.
  • Kayu bakar harus beli, atau hanya boleh ambil yang sudah jatuh di tanah. Jangan nebang pohon yang masih tumbuh.
  • Dilarang kasih makan monyet langsung. Petugas saja yang kasih makan dengan jadwal tertentu.


Summary:
Ini camping pertama Ifa sekaligus camping keluarga pertama kita, kita kasih nilai 7 untuk Bumi Perkemahan Sukamantri.

Pros:
Harga murah, akses masih masuk akal ditempuh orang biasa seperti saya, kamar mandi ada dan cukup bersih, tempat sampah ada walau kecil (besar ada tapi jauh), air berlimpah, sumur ada, warung ada, tempat luas, pemandangan keren, ada monyetnya, masih dingin (Ifa anak AC, klo tidur harus dingin), udara masih segar, kayu bakar bisa pesan.

Cons:
Banyak sampah kecil-kecil, sampah plastik, treatment sampah masih dikumpulkan dan dibakar disekitaran lokasi (landfill), aturan ga jelas, ga ada pengawasan, banyak pengunjung kurang kesadaran akan alam (buang sampah sembarangan, cuci piring di bak mandi, nebang pohon kecil yang masih tumbuh), rambu penunjuk jalan menyesatkan, Beberapa kamar mandi airnya intermiten (kadang ada kadang tidak ada), Banyak anak-anak sma pelantikan (mungkin lg apes aja pas datengnya pas lagi ada acara), ga semua tempat bisa pasang hummock (jarak antar pohon sebagain besar lumayan jauh).  

Rincian biaya :
Belanja keperluan dapur dan snack-snack 50,000
Tol Lingkar Luar 8,500 x 2 =                    17,000
Tol Jagorawi 8,000 x 2 =                           16,000
Bensin 2 strip                                             75,000
Tiket masuk 15,000 x 3 =                          45,000
Tips buat yg jaga                                         5,000

Total biaya liburan                                 208,000 

Sangat, sangatlah murah jika dibandingkan ke Bandung dan menginap di resort seperti Kast*ba misalnya.       

PS: mohon maaf jika banyak salah dalam penulisan, typo, atau ga baku. Males ngeceknya lagi. Kasih tahu di comment ya klo ketemu.